Rabu, 16 Mei 2012

Arti Tao

A.                Empat Arti Tao

I. Tao sebagai Tao.

Tao 
tidak berbentuk, merupakan "Sesuatu" yang sudah ada sebelum semuanya ada.

Arti Tao sulit dipahami, artinya sangat luas sehingga sulit diterangkan secara jelas dan rinci melalui sebuah kalimat atau kata-kata.

Arti Tao yang paling sederhana adalah "Jalan". Ada juga yang mengartikannya "Kelogisan", "Hukum", "Pedoman" atau "Aturan".

Tao adalah "Sesuatu" yang mendasari dan berada dibalik segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini.

Kenapa bumi berputar mengelilingi matahari?
Kenapa bumi mempunyai gaya gravitasi?
Kenapa oksigen dan hidrogen bisa membentuk senyawa menjadi air / H2O?
Kenapa air pada suhu 100C mendidih lalu menguap menjadi gas dan kenapa air pada suhu 0C membeku menjadi es?

Semuanya ada "Hukum"-nya, ada "Aturan"-nya, ada "Pedoman"-nya, ada "Kelogisan"-nya dan ada "Jalan"-nya. Semuanya karena Tao
.

Ikan berenang di air, tetapi tidak mengetahui adanya air.
Burung terbang menunggangi angin, tetapi tidak mengetahui adanya angin.
Manusia berada dalam Tao, tetapi tidak mengerti apa itu Tao.

II. Tao sebagai filsafat Tao.

Filsafat Tao
sangat populer, kitabnya yaitu Dao De Jing / Tao Tek Cing  sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Isinya sangat padat dan sulit dipahami. Kitab tersebut adalah karya Laozi
, seorang Nabi Agung Tao.

Kitab ini tidak hanya digunakan oleh kaum Tao saja, tetapi ada beberapa aliran agama dan spiritual yang juga ikut mengambil manfaat dari kitab ini.


III. Tao sebagai agama Tao.

Sebagai suatu agama, Tao
merupakan agama yang tertua. Sejarah ajarannya dimulai dari Hwang Tee (Oei Tee), kurang lebih 2698SM - 2598SM, dipopulerkan dan berkembang ditangan Laozi dan diwujudkan sebagai agama oleh Zhang Dao Ling (Cang Tao Ling).
 
IV. Tao sebagai suatu spiritual.

Pedoman Tao
yang selalu harmonis dan seimbang sesuai dengan lambangnya Yin Yang, menjadikan spiritual Tao tidak hanya memperhatikan masalah kerohanian saja, melainkan juga keduniawian. Melatih raga dan sukma, menggabungkan ilmu pengetahuan dengan agama. Diibaratkan berjalan dengan dua kaki, tidak pincang.

Jika tidak ada langit, mana mungkin ada bintang.

B.                  Agama Tao
 
Agama Tao 
adalah agama tertua di dunia.

Merupakan agama yang berke-Tuhanan, yaitu mengakui dan menyembah adanya Thian Kung / Ie Wang Ta Ti / Yang Maha Kuasa / Tuhan.

Selain Thian Kung, masih banyak lagi Dewa-Dewi yang disembah, seperti Guan Gong / Kwan Kong
, Er Lang Shen , Jiu Tian Xuan Nu  dan lain-lain.

Nabi yang menurunkan Tao adalah Laozi
.

Kitab sucinya adalah Dao De Jing
, Tai Shang Lao Jun Zhen Jing , dan lainnya.

Sedangkan upacara ritualnya sudah banyak dilakukan di kelenteng-kelenteng, terutama saat hari besar Dewa-Dewi Tao.

Sekarang agama Tao sudah tersebar ke seluruh dunia.

C.                 Asal Tao

Tao  adalah sebuah agama yang tertua di dunia, berasal dari Tiongkok kuno. Sudah sejak kurang lebih 2600SM telah berada di dunia ini.

Apakah tidak ketinggalan jaman? Tidak!

Ini dikarenakan sifatnya yang begitu agung, luas, mendasar dan berkembang sehingga tidak akan ketinggalan jaman sampai kapanpun.

Agama Tao adalah agama berke-Tuhanan (Thian Kung), Dewa-Dewi yang disembah antara lain adalah Maha Dewa Tai Shang Lao Jun
, Er Lang Shen , Jiu Tian Xuan Nu , Guan Gong , Fu De Zhen Shen , dan lain-lain.

D.                Pencipta Tao

Yang menciptakan dan mengembangkan Tao adalah seorang Ksatria yang beberapa kali turun ke dunia. Pertama sebagai Ban Ku Se (Si Pembuka Dunia), lalu menjadi Huang Ti (Raja Ksatria), dan kemudian Laozi .

Yang mewujudkan Tao 
sebagai agama adalah salah seorang murid Laozi  yang bernama Zhang Dao Ling [Cang Tao Ling / Cang Thien Se].

E.                 Sejarah Agama Tao

Agama Tao merupakan Agama yang berasal dari Tiongkok. Dari data-data yang ada, maka Agama Tao termasuk agama yang tertua di dunia ini, umumnya diakui sudah ada sejak 7000 tahun yang silam, dan juga merupakan agama yang dianut oleh sebagian besar orang Tionghoa, ini tercermin dari tulisan LU XUN seorang budayawan kondang, dimana beliau menulis bahwa Agama Tao adalah agama dan akar utama dari kebudayaan Tionghoa.

Umumnya Agama Tao diyakini : Berasal dari Kaisar Kuning (Wang Di), dikembangkan oleh Lao Zi dan terorganisasi menjadi sebuah institusi Keagamaan (Agama Tao) yang lengkap oleh Zhang Tao Ling.

Agama Tao selain telah berjasa dalam menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat di Tiongkok selama beribu-ribu tahun. Juga telah memberikan banyak sumbangan terhadap kemajuan sastra, budaya, ilmu astronomi, ilmu pengobatan, filsafat dan cara berpikir masyarakat Tionghoa dimanapun mereka berada.

Pada jaman FU XI sekitar tahun 5000 SM, FU XI telah menggunakan teori dan perhitungan BA-KUA (Delapan Penjuru) untuk menjelaskan tentang sistem Astronomi, menentukan hal-hal yang penting yang berhubungan dengan ramalan kehidupan seseorang, serta menentukan cara-cara ritual penyembahan Dewa/Dewi.

Sampai pada jamannya WANG DI (Kaisar Kuning) 2698 SM, mulai dikemukakan teori tentang kaidah-kaidah alamiah dan teori tentang masalah kehidupan dan kematian. WANG DI juga merupakan tokoh yang pertama menjalankan pemerintahannya berdasarkan ajaran TAO
.

Sejak WANG DI sampai 1500 tahun berikutnya, setiap pemimpin yang menggantikan pemimpin lainnya selalu memerintah masyarakatnya dengan teori ajaran WANG DI, antara lain : Menghormati TIAN dan menjunjung tinggi Sopan-santun dalam bermasyarakat (WANG DI ZHI TAO / Filsafat ajaran WANG DI).

Pada jaman Dinasti Kerajaan Chow, muncul seorang bijaksana yang mempunyai nama besar yaitu LAO ZI. Beliau pernah bertugas sebagai pejabat yang menjaga dan merawat perpustakaan buku-buku yang dimiliki kerajaan Chow. Karena itu beliau mempunyai kesempatan untuk membaca semua buku-buku dan menguasai teori-teori yang diajarkan oleh WANG DI.

Ini membuat beliau sangat menyanjung keagungan alam yang telah menghidupi semua makhluk hidup, termasuk manusia, namun beliau juga mengajarkan bahwa dibalik semuanya itu pasti ada yang menciptakannya yang bersifat maha Agung; maha Mulia dan maha Esa, hanya saja sulit bagi beliau untuk memberikan sebutan atau nama yang tepat bagi Pencipta Alam Semesta yang maha Besar ini.

Akhirnya LAO ZI meminjam kata "TAO"
, untuk memberi nama bagi "SUMBER" dari segala sesuatu yang tercipta di alam semesta ini. Menurut LAO ZI; TAO adalah sumber terciptanya segala sesuatu yang ada dalam alam semesta ini. Cara berpikir beliau jauh melampaui jamannya ketika itu, ditambah ajaran-ajarannya yang menjunjung tinggi kebajikan dan menentang kebiadaban, maka akhirnya ajaran LAO ZI bersama-sama ajaran WANG DI dikenal orang sebagai Ajaran WANG-LAO (WANG-LAO TAO / Filsafat ajaran Wang Di dan Lao Zi) sampai sekarang.

Ajaran Wang-Lao (Wang-Lao Tao) ini makin berkembang dan mengakar di hati masyarakat, akhirnya dianut oleh hampir setiap orang terpelajar dan cendekiawan jaman itu, salah satunya adalah CHUANG ZI.

Pemujaan terhadap LAO ZI sudah dimulai sejak jaman Dinasti JIN HAN, saat itu kegiatan keagamaan dan upacara ritual keagamaan sudah berkembang sedemikian lengkapnya. Pada jaman Han Barat, masyarakat hidup makmur dan sentosa berkat semua pemimpin kerajaan menganut dan menjalankan ajaran WANG-LAO TAO.

Sampailah pada jaman Han Timur (Tong Han), ada seorang bernama Zhang Tao Ling yang dengan sungguh-sungguh mempelajari semua ajaran TAO dan ilmu keDewaan, beliau juga berhasil membuat pemilahan-pemilahan dan menyusun peraturan-peraturan tentang cara-cara upacara ke Agamaan TAO, mengajarkan cara-cara bagaimana seharusnya menggambar HU dan menuliskannya dalam buku-buku yang baku untuk kepentingan pengajaran kepada pengikut-penganutnya.

Sehingga terbentuklah sebuah organisasi kemasyarakatan yang berbasis Agama TAO yang pertama sejak itu. Selanjutnya semua kegiatan keagamaannya selalu secara resmi menggunakan nama AGAMA TAO. Pengikut-pengikutnya disebut sebagai umat TAO (TAO SHI).

Zhang Tao Ling juga menggunakan nama lain, selain Agama Tao, yaitu Thian Zhi TAO dan terutama aktif di daerah Si Chuan, penerusnya juga menyebarkan agama TAO di daerah Jiang Si di daerah Long Hu San / Gunung Naga Harimau, sebelah selatan dari sungai Zhang Jiang.

Sejak itu Agama TAO selalu mengajarkan umatnya untuk memupuk dan mempunyai sifat-sifat yang Jujur, Tulus dan Welas Asih, serta tidak boleh menyakiti orang lain.

Orang kalau sakit atau bersalah, bila ingin sembuh dan minta pertolongan di dalam Agama TAO, maka diharuskan pertama kali untuk mengakui kesalahannya atau perbuatan tidak baiknya, baru kemudian diberi pengobatan ataupun nasehat bahkan diajak Semedi dan mawas diri untuk kesembuhan dirinya.

Agama TAO terutama mengajarkan sifat Qing Jing Wu Wei, suatu sifat dimana orang dianjurkan untuk selalu berusaha berbuat sesuatu demi kepentingan bersama, namun tetap menjaga sikap mental yang tulus tanpa pamrih!, selain itu juga selalu mawas diri dalam usahanya mengajak masyarakat supaya mampu menjaga keharmonisan kehidupan masing-masing. Sifat demikianlah yang antara lain ikut mendorong terbangunnya klenteng-klenteng yang bisa dipakai untuk menginap bagi orang-orang yang sedang bepergian jauh, serta menyediakan makanan cuma-cuma bagi yang menginap di sana, ini semua bertujuan untuk melayani dan memudahkan masyarakat pada jamannya, sehingga sangat mendapat dukungan dari segala lapisan masyarakat.

Pada jaman Dinasti DHANG, Agama TAO berkembang pesat sekali, sehingga raja pun menetapkan adanya pejabat khusus setingkat Menteri untuk mengurusi semua persoalan yang berhubungan dengan Tao Kuan dan Klenteng-klenteng yang ada pada saat itu.

Selain itu juga setiap tahun diadakan semacam ujian untuk mengangkat orang-orang yang ahli dalam pengetahuan tentang Tao (Istilahnya XIAN SIEK POK SHI = Profesor Keagamaan dalam Agama Tao), sebagai penasehat resmi kerajaan.

Keadaan ini berkembang terus sampai jaman Dinasti SONG, umumnya raja-raja dan keluarga raja semuanya menganut Agama Tao, sehingga boleh dikatakan merupakan jaman keemasan bagi Agama TAO saat itu. Sejarah mencatat bahwa jaman Dinasti DHANG dan Dinasti SONG, banyak menghasilkan Tao Shi (Pendeta / Ahli Agama TAO) yang sangat bijaksana dan mumpuni, dimana cerita mereka itu banyak bisa dijumpai dalam buku-buku yang menulis tentang Agama TAO.

Pada jaman Dinasti CIN, di Tiongkok utara lahirlah 3 aliran Agama TAO yang baru yaitu : Aliran QUAN ZHEN; Aliran ZHEN DA; Aliran DAI YI. Diantara 3 aliran itu, QUAN ZHEN TAO JIAO (Agama TAO aliran QUAN ZHEN) berkembang paling pesat dan mempunyai pengaruh yang sangat luas.

Dari QUAN ZHEN TAO JIAO lah muncul seorang tokoh yang bernama JIU JU CIE, beliaulah yang pada jaman Dinasti YUAN, berhasil mempengaruhi dan mengajak Raja YUAN yaitu JENGIS KHAN, untuk menerima dan percaya kepada ajaran Agama TAO.

Pada akhir jaman Dinasti YUAN, popularitas Agama TAO mulai menurun di kalangan keluarga kerajaan, sehingga terjadilah peristiwa pembakaran buku-buku Agama TAO, hal ini tentu sangat merugikan citra dan menimbulkan kemarahan umat Agama TAO dikemudian hari.

Keadaan ini dimanfaatkan oleh CU YUAN CHANG untuk bisa segera memperoleh dukungan masyarakat dalam usahanya manggulingkan Dinasti YUAN dan mendirikan Dinasti MING.

Setelah CU YUAN CHANG berhasil memanfaatkan umat Agama TAO dalam mendirikan kerajaan MING, beliau sangat mengetahui bahwa Agama TAO sangat menjunjung tinggi sifat Kebajikan dan Kebebasan serta sangat Anti Kediktatoran (karena kediktatoran sangat bertentangan dengan sifat alamiah), hal ini sangat ditakuti oleh CU YUAN CHANG, sebab beliau sebetulnya lebih suka menjalankan kekuasaannya secara Tirani.

Maka di depan umum Cu Yuan Chang kelihatan sangat mendukung berkembangnya Agama TAO, namun secara diam-diam beliau berusaha melakukan segala cara untuk menekan Agama TAO, ini terbukti karena Cu Yuan Chang akhirnya hanya mengijinkan Agama TAO untuk menyebarkan ajaran tentang cara-cara / upacara menyembah Dewa / Dewi serta cerita-cerita tentang Ilmu pengetahuan KeDewaan, tapi sama sekali dilarang untuk mengajarkan filsafat dan ilmu pengetahuan dari Agama TAO yang lebih dalam. Hal ini tentu sangat memukul perkembangan Agama TAO, dan memicu berkembangnya dampak negatif bagi citra Agama TAO dikemudian hari.

Ketika kerajaan MAN QING menjajah Tiongkok dan mendirikan Kerajaan QING, sebagai penjajah mereka sangat takut terhadap ajaran Agama TAO yang sangat bersifat Kerakyatan dan menjunjung Kebijakan dan Kebebasan serta anti Kediktatoran.

Sehingga mereka juga melarang usaha penyebaran ajaran filsafat dan ilmu pengetahuan Agama TAO yang sebenarnya, namun sengaja membiarkan orang-orang yang mengatasnamakan Agama TAO untuk menonjolkan Ketahyulan, berkeliaran utnuk menyebarkan kesesatan diantara anggota masyarakat dengan tujuan memfitnah Agama TAO, orang yang demikian itu biasanya disebut Wu Bo (Dukun Perempuan) ataupun Shen Han (Dukun Pria).

Karenanya sejak itu, citra Agama TAO menjadi sangat jelek dan ketinggalan jaman, dampaknya terasa sampai kurun waktu yang lama sekali, sekarang ini masih ada sebagian orang terpelajar, yang karena belum mengerti apa sebenarnya Agama TAO, dengan mudahnya meremehkan AgamaTAO sebagai Agama yang bersifat tahyul dan ketinggalan jaman, sebab pada dasarnya mereka belum bisa membedakan antara Tao Shi dengan dukun.

Syukurlah sesuai dengan kemajuan jaman, akhir-akhir ini semua sudah mulai berubah ke arah yang positif, para umat penganut Agama TAO mulai menyadari kesalahan sikap diamnya selama ini, sehingga dimana-mana umat TAO mulai membenahi diri dan dengan gigih menyebarkan ajaran Agama TAO yang sebenarnya, walaupun masih harus menghadapi banyak kendala di lapangan.

Di luar Tiongkok dan Taiwan, ada beberapa negara yang umat Agama TAO nya sangat aktif dan berkembang antara lain: Singapore (Taoist Federation Singapore), Korea, Jepang, Philipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Indonesia, dll.

F.                  Lambang Agama Tao
 
AGAMA TAO menggunakan BA KUA DAI CHI sebagai lambang agamanya, dimana gambar DAI CHI melambangkan matahari dan bulan, juga melambangkan Yin Yang serta melambangkan posisi Atas dan Bawah, sedangkan BA KUA melambangkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, juga melambangkan segala arah yang berarti 4 penjuru 8 arah.

AGAMA TAO sangat menekankan ajaran teori YIN YANG, yang menunjukkan bahwa pada hakekatnya semua yang ada selalu hadir dalam bentuk berpasangan antara positif dan negatif; panas dan dingin; tinggi dan pendek; cantik dan jelek; pria dan wanita dan lain-lain secara seimbang dan alamiah.

DAI CHI juga dipakai untuk melambangkan hakekat pengertian TAO
, dimana YIN melambangkan kesan 'TIADA', lambang TIADA inilah yang menunjukkan sifat TAO yang tidak berwujud; tidak bernama; maha besar sampai besarnya tidak terbatas, dan justru dengan lambang TIADA inilah mencerminkan bahwa TAO  bersifat Maha AGUNG dan Maha ESA.

Sedangkan YANG melambangkan kesan 'ADA', dimana dengan lambang ADA inilah menunjukkan fungsi dan karya dari TAO
yang merupakan awal dari segala yang ada di alam semesta ini, dengan demikian lambang ADA mencerminkan bahwa TAO bersifat Maha Pencipta dan Maha Kuasa.

Hasil ciptaan TAO
dalam wujud 'ADA' inilah, yang akan mengisi segala ruang alam semesta dan dilambangkan dalam gambar BA KUA. Disamping itu dengan adanya porsi yang seimbang antara bagian YIN dan bagian YANG dalam gambar lambang DAI CHI, maka sekaligus mencerminkan bahwa TAO bersifat Maha Adil.

G.                Kitab Suci Agama Tao

Arti kata JING dalam Agama TAO
, sebenarnya dipakai untuk menunjukkan buku-buku yang ditulis dan diajarkan oleh Dewa / Dewi, namun sesuai dengan kemjuan jaman, akhirnya dipakai sebagai nama khusus untuk setiap buku yang banyak mengandung nasehat dan petuah / peraturan luhur yang mengacu pada ajaran Agama.

Agama TAO
memiliki beberapa kitab suci yang wajib dibaca oleh setiap umat TAO, antara lain:
·                     Er Lang Shen Zhen Jing ( Kitab Suci Dewa Er Lang Shen )
·                     Fu Tek Zhen Shen Zhen Jing ( Kitab Suci Dewa Fu Tek Chen Shen )
·                     Tao Tek Jing ( Kitab Tao Tek / Kitab Budi Pekerti & Hati Nurani Yang Luhur )
·                     Wang Di Zhi Jing ( Empat Kitab Kaisar Kuning )
·                     Dai Bing Jing ( Kitab Dai Bing / Kitab Aman Sentosa )
·                     Qiang Jing Jing ( Kitab Hening Tanpa Pamrih )
·                     Shen Tian De Tao Zhen Jing ( Kitab Suci Demi Mendapat Tao dan Naik ke Langit )
·                     Dsb
Dari sekian banyak kitab suci bacaan wajib bagi setiap umat Agama TAO, yang paling banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing di seluruh dunia sekarang ini adalah Kitab Tao Tek Ching / Tao Tek Zheng Jing / Lao Zi Wu Jien Wen ( Kitab 5000 Kata Dari Lao Zi ).

Kitab-kitab di atas hanya sebagian kecil dari ribuan kitab yang ada dalam Agama TAO, bagi mereka yang ingin lebih mendalami Agama TAO, masih sangat banyak kitab yang harus dipelajari, diantaranya adalah kitab-kitab yang menjelaskan tentang ritual-ritual keagamaan Agama TAO, kitab-kitab yang menjelaskan tentang teori-teori penulisan HU Lambang yang diyakini bermuatan kegaiban tertentu, kitab-kitab tentang teori latihan Qi dan Semedi, dsb.
 
H.                Sifat Agama Tao 

Agama Tao
menggabungkan Ilmu pengetahuan, Filsafat dan Ilmu KeDewaan yang Agung sebagai dasar kepercayaan. Agama Tao menyembah banyak Dewa dan Dewi dengan TAO yang dilukiskan sebagai Dzat Agung yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Kuasa, Maha Adil dan Maha Agung.

Sosok Dewa dan Dewi dalam Agama Tao merupakan sosok yang telah mencapai kesempurnaan dalam perjalanan mengamalkan Ajaran Agama TAO
.

Agama Tao juga percaya bahwa: Manusia sejati bisa mencapai Kesempurnaan menjadi Dewa / Dewi, bila sanggup berbuat jasa yang sangat besar sekali terhadap masyarakat ataupun orang lain, perbuatan-perbuatan itu antara lain:
- Bisa memberikan keteladanan yang luar biasa dalam perilaku kebijaksanaan untuk umat manusia
- Berjasa besar dalam membangun / memperjuangkan kedamaian bagi negara dan masyarakatnya
- Bisa mencegah / menanggulangi bencana yang membahayakan umat manusia
- Sanggup menyumbangkan nyawanya demi membela keyakinan tentang kebenaran sejati

Dengan demikian bisa dipahami, bahwa Agama Tao mengajarkan:
Meskipun manusia merupakan bagian dari alam semesta, namun sebagai manusia haruslah mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, serta bisa mengetahui mana yang baik / bijaksana dan mana yang jahat, juga yang paling penting adalah mampu melaksanakan ajaran-ajaran Agama Tao pada setiap tingkah laku dalam hidupnya, sebagai syarat untuk bisa menjadi manusia yang sejati.

Setelah mampu mencapai tahap manusia sejati, selanjutnya adalah tugas yang mulia untuk berusaha bisa menyatu dengan Tao yang Maha Esa dengan istilah yang popular Tian Ren He Yi (Kembali ke asal dengan sempurna).

Agama Tao menganjurkan 3 nasehat LAO ZI yaitu: Welas Asih; Hemat tapi tidak kikir; dan Rendah Hati.

- Dengan Welas Asih: manusia dapat lebih mudah menyayangi semua makhluk hidup, dan sekaligus siap menyesuaikan diri hidup berdampingan dengan alam semesta.

- Dengan Hemat tapi tidak kikir: manusia dianjurkan untuk sedapat mungkin menjauhkan diri dari keserakahan, tidak menyia-nyiakan segala sesuatu yang telah dimiliki, sehingga tidak mudah terjerumus ke dalam situasi mabok kepayang sampai lupa daratan.

- Dengan Rendah hati: manusia bisa selalu rela mengalah, sehingga terhindar dari segala perbuatan yang saling berebut dan bermusuhan, maka masyarakat akan terhindar dari segala bentuk pertikaian / pertengkaran yang tidak perlu.

Semua itu sesuai dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci Tao De Jing, kitab ini menjelaskan bahwa TAO 
adalah satu-satunya sumber dari segala sesuatu yang ada di alam semesta, karena itu manusia harus bisa hidup selaras dengan alam semesta, belajar dari alam semesta untuk mendapatkan TAO, yang akan terwujud dalam bentuk DE /Budi pekerti / Hati nurani yang luhur.

Namun TAO
sulit diartikan dalam bahasa manusia, karena TAO sudah lebih dulu ada sebelum semuanya ada, dan manusia sama sekali belum bisa menunjukkan apa sebenarnya TAO  itu, kalau hanya berdasarkan apa yang 'ADA' yang bisa dilihat dalam wujud nyata.

Dalam kenyataannya manusia sering cenderung hanya berusaha mendapatkan dan mengenal sesuatu yang nyata dan punya nama saja, padahal TAO justru lebih dapat dirasakan dalam ke 'TIADA' an atau ke 'DIAM' an dibalik yang bergerak, yang semuanya itu selalu hadir dalam wujud bergulirnya YIN YANG.

Bila dipaksakan untuk menyimpulkan apa sebenarnya TAO
itu, yang muncul semaksimal mungkin hanyalah pengertian bahwa TAO adalah : Awal dari segala yang awal ; Alamiah dan Abadi ; Maha Pencipta dan Maha Agung serta Maha Esa dan Maha Adil.

Dalam buku TAO DE JING, LAO ZI juga banyak mengambil contoh bijak untuk menjelaskan filsafatnya, antara lain beliau mengambil sifat air untuk menunjukkan salah satu sifat TAO
yang sangat mulia, dikatakan bahwa: Air selalu bisa menempatkan diri di tempat yang paling rendah, Air memberikan manfaat kepada yang memerlukannya tanpa minta imbalan dan berebut jasa, Air merupakan benda yang lemah namun bisa menembus batu yang paling keras sekalipun. Dengan demikian dapat dilihat bahwa: Yang kelihatan lemah, sebenarnya bisa mengalahkan yang kuat, juga yang kelihatan lembut, sebetulnya bisa mengalahkan yang keras.

Prinsip-prinsip di atas bila diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, minimal akan tercipta kondisi kehidupan masyarakat yang penuh dengan kebijakan berbudi luhur, dimana anggota masyarakatnya akan hidup penuh kesederhanaan, tanpa nafsu serakah, rendah hati dan mudah mengalah, hemat tapi royal terhadap perbuatan kebajikan, tidak gemar menonjolkan diri dan berebut nama baik yang semu, selalu berbuat kebaikan secara tulus iklas sesuai sifat alamiah yang berdasarkan kemampuan dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar