A.Sejarah Hidup Lao-tse
Pakar sejarah Huston Smit menjelaskan, bahwa Taoisme yang ada di
China termasuk agama terbesar kedua dari Agama Buddha, berasal dari
seorang pemikir yang bernama Lo-tse.[2] Beliau Lahir di negeri China
pada tahun 640 S.M. Tidak diketahui di desa dan kabupaten mana di China
dia lahir. Bahkan para sarjana juga tidak menjelaskan kapan dia
meninggal dunia dan dimana dia dikuburkan. Dikatakan bahwa dia juga
mempunyai orang tua, tapi juga tidak dapat diketahu siapa nama kedua
orang tuanya.
Dikatakan juga bahwa dia hidup tiga abad kemudian dari tahun
tersebut(640 SM), sedangkan sarjana lain meragukan tokoh yang unik ini,
apakah dia benr-benar ada atau hanya dongeng saja yang berkembang dalam
masyarakat China. Kata para sarjana yang meragukan keberadaan beliau,
bahwa jika benar Lao-tse itu ada dan pernah hidup di dunia, maka sama
sekali tidak pernah tahu tentang siapa nama yang sebenarnya. Lao-tse,
yang diterjemahkan sebagai ‘putra tua”,’sahabat tua”,atau ‘sang guru
tua”, atau sering juga kita terjemahkan sebagai “guru”, merupakan gelar
kecintaan dan penghormatan kepada seseorang dan bukan namanya. Demikian
menurut para ssarjana yang meragukan keberadaan Lao-tse tersebut, dan
diikuti oleh sebagian orang China yang tidak mempercayainya.
Dapat dikatakan bahwa Lao-tse memang benar-benar ada dan hidup pada
tahun 640 SM. Tapi karena tidak banyak orang yang berjumpa dengannya,
dan kurangnya bukti-bukti sejarah yang menejlaskan tentangnya,
makabanyak sarjana yang meragukan keberadaanya. Berdasarkan kitab
Tao-te-ching sudah dapat menjelaskan keberadaan Lo-tse didunia. Tidak
mungkin ada sebuah kitab yang cukup bagus yang menjelaskan tentang
kehidupan dan hal-hal yang berhubungan dengan ketuhanan, jika tidak
berasal dari sumber yang jelas dan penulis yang bijaksana.
Diberitakan dari beberapa legenda yang berkembang didaerah sekitar
Lao-Tse bahwasannya dia dilahirkan tanpa dosa,meskipun banyak yang tidak
tahu betul tentang kelahirannya. Dia dilahirkan tanpa dosa sama sekali
oleh sebuah meteor dan dikandung oleh ibunya selama delapan puluh dua
tahun. Oleh sebab itu,ia lahir sebagai orang yang sudah tua dengan
rambut dikepalanya yan sudah memutih. Dia lahir sebagai orang yang
bijaksana dan penuh dengan wibawa. berita lain juga memberikan
penjelasan yang berbeda,bukan menyoroti masalah kelahirannya tapi
pekerjaannya. Berdasarkan berita ini,dia diceritakan memiliki pekerjaan
sebagai pemelihara arsip di negaranya, yaitu disebelah barat Barat di
China. Berkatnya, semua arsip-arsip Negara terjaga dengan rapi dan
tersimpan ditempat ditempat-tempat yang aman, karena dia tergolong orang
yang tekun dalam mengurus persoalan kearsipan. Sudah dapat kita
bayangkan bahwa pekerjaan seorang penjaga arsip tersebut tidaklah banyak
mendatangkan uang, sehingga dalam hayatnya dia hidup dengan cara
sederhana.[3]
Menurut Huston Smith, bahwa gambaran mengenai keseluruhn pribadi
Lao-tse didasarkan pada buku kecil(tao-te-ching) yang diyakini
ditulisannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ada juga sebagian orang
menganggap bahwa buku kecil tersebut adalah bukan ditulis oleh Lao-tse
tapi orang yang hidup setelah beliau. Buku tersebut memberitakan
bahwasannya Lao-tse adala petapa yang hidup dalam kesepian dan senang
menyendiri, tetapi dia adalah sosok yang humoris atau orang yang senang
bergaul dan menyenangkan semua orang, sehingga disimpulkan dia memiliki
dua kepribadiaan yang berbeda. Sehubungan dengan dia senang bertapa atau
menyendiri, para ahli agama dan filsafat berpendapat bahwa tokoh
Lao-tse ini memiliki ajaran-ajaran yang mistisem atau tasawuf dalam
ajaran islam yang dipraktekkan oleh banyak fiosouf muslim
dinegara-negara Timur Tengah dimasa lampau.
Di akhir riwayatnya, Lao-tse diberitakan menaiki seekor kerbau atau
ada berita lain yang meng kabarkan Lao-tse menaiki seekor kud) dan pergi
kea rah Barat, yang sekarang ini daerah tersebut dikenal sebagai Tibet.
Di Lembah Hankao, Lao-tse bertemu dengan penjaga pintu gerbang yang
mengetahui potensi ilmu yang luar biasa yang ada pada diri Lao-tse.
Padahal pada saat itu Lao-tse ingin meninggalkan negeri tersebut. Akan
tetapi,penjaga pintu gerbang tersebut mengizinkan Lao-tse pergi apabila
enuliskan semua yang ada dipikirannya selama tiga hari ditempat asalnya
baru dia diperbolehkan pergi oleh penjaga pintu gerbang. Setelah
menuliskan semua pikirannya selama tiga hari,dia kembali menemui penjaga
pintu gerbang perbatasan utntu menyerahkan karyanya atau buku yang
kecil yang memuat 5000 huruf China yang dikenal sebagai to-te ching atau
dapat juga diartikan sebagai”jalan dan kekuatannya”. Buku kecil ini
dapat dibaca dalam waktu singkat dan meliputi keseluruhan ajaran Tao.
Ajaran ini sampai sekarang masih tetap menjadi acuan para pengikut Tao
diseluruh dunia.
Ahli sejarah China,Ssuma Ch’ien(145-860) menyatakan bahwa identitas
dan sejarah pribadi Lao-tse masih misterius, seperti Tao itu sendiri.
II. Gagasan Lao-tze
Tokoh Lao-tze mempunyai ide-ide atau gagasan yang terdapat dalam Tao
te Ching, yang mencakup definisi, khususnya ungkapan-ungkapan kata-kata
yang terdapat dalam yijing atau yaking(kitab perubahan), yang
menjelaskan teori tentang yin dan yang,yang menyebabkan terjadinya
sesuatu didunia ini dan juga dapat menghancurkan satu dengan lainnya.
“Tao melahirkan satu dan satu melahirkan dua”.
Yang dimaksud dengan kata”dua”dia tas adalah yang dan yin, yang
mengatur dunia, baik dunia nyata maupun tidak nyata. Yang dan Ying
adalah dua aspek yang saling berlawanan dan keduanya sama-sama
mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia.
Yang bersifat terang, aktif ,laki-laki,panas,kering, dan
positing, sedangkan yin bersifat gelap,pasif,perempuan,teduh,basah, dan
negatif. Mereka saling melengkapi, namun hubungan mereka adalah
berjenjang. Yang selalu dianggap paling besar dari pada Yin, yaitu
seperti model dimana laki-laki selalu mendominasi dalam masyarakat.
Meskipun Yang dan Yin merupakan dua aspek yang selalu berlawanan
namun jika mereka bersatu mereka menjadi harmonis. Yang dan Yin saling
membutuhkan atau bergantung antara satu dengan lainnya, misalnya tanpa
“dingin”,maka tidak ada konsep “panas”. Yin berada dalam Yang dan Yang
berada dalam Yin.[4]
Sebuah model alternatif,model ini selalu dikombinasikan dengan Yang
dan Yin,Yang didasarkan pada wu xing,suatu pengertian dengan berbagai
cara dengan yang diterjemahkan sebagai lima elemen atau lima bagian,
lima agen, lima fase atau tahap, atau lima kualitas operasional.
Kayu,api,tanah,logam, dan air: wu xing berhubungan dengan lima
pengertian, lima organ dalam, lima suara,lima warna,lima kebaikan,lima
hubungan.
- Mereka(Yang dan Yin) mengontrol petunjuk dalam(timur,barat,utara,selatan, dan tengah).
- Mereka(Yang dan Yin) melahirkan yang lainnya atau yang ada
dialam ini:Kayu menghiduokan api,api menghidupkan bumi,bumi
menghidupkan logam, dan logam menghidupkan air.
- Mereka juga mengontrol semua yang ada dibumi:air
mengontrol api,api mengontrol logam,logam mengontrol bumi,bumi
mengontrol air.[5]
Termasuk juga gagasan mengenai Chi,energy kehidupan yag dapat
menyebabkan semua makhluk hidup dapat bergerak atau hidup. Pengaruh
tradisi yang lain adalah dapat dilihat dalam Saman yang dapat memerintah
roh-roh untuk melakukan sesuatu yang dikehendakinya, termasuk juga
memerintahkan roh-roh untuk melakukan perjalanan,melakukan
praktek-praktek kesufian atau mistisme yan g mendalam dan melakukan
perenungan atau kontemplasi sebagaimana juga dilakukan oleh agama-agama
lain, seperti agama budha.
II. Kitab-Kitab Suci Agama Tao
Ketika agama-agama didunia mudah untuk dipahami oleh pengikutnya
dengan melalui kitab-kitab suci yang dianggap benar pada agama tersebut.
Seperti agama Tao juga memiliki kitab-kitab yang dipandang suci dan
dijadikan oleh penganutnya sebagai acuan dalam berbuat dan bertingkah
laku. Kitab-kitab atau buku-buku yang berhubungan dengan agama Tao
mencakup koleksi-koleksi dari karya-karya yang sangat luar biasa yang
jumlahnya tidak terbilang banyaknya. Buku-buku tersebut meliputi
karya-karya yang berhubungan wahyu atau kitab-kitab yang dianggap wahyu
oleh para pengikut agama Tao, Kitab-kitab silsilah mengenai keturunan
Raja-raja dan orang-orang penting, dan kitab tentang simbol-simbol yang
terdapat dalam diagram-diagram suci. Buku-buku yang berkenaan dengan
peraturan agama Tao jumlahnya tidak kurang dari 1445 edisi,dan terdiri
dari 1120 volume. Kitab-kitab dan buku-buku yang berhubungan dengan
agama Tao semakin banyak dikenal masyarakat setelah dicetak kembali pada
tahun 1925.[6]
Disamping buku-buku yang berhubungan dengan agama Tao, ada juga
hal-hal penting yang tidak berbentuk kitab-kitab atau buku yang terkait
dengan agama dan peraturan-peraturan agama Tao, ini termasuk
dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan agama. Selain
dokumen-dokumen, karya lain mengenai agama Tao para ahli juga menjumpai
tulisan-tulisan yang berkaitan dengan agama yang terpahat-pahat
dibatu-batu dan ditembaga-tembaga kuno. Batu-batu dan tembaga-tembaga
yang menyimpan dokumen-dokumen penting tersebut dapat dijumpai
digua-gua,gunung-gunung, dan tempat ibadah orang China..
Bermula dari sebuah kisah yang menerangkan bahwasannya Lao-tze
membeli sebuah kereta kecil yang ditarik oleh seekor sapi hitam dan
dengan keretanya itu, ia menuju ke daerah Chu, akan tetapi ketika
melintas diperbatasan, seorang penjaga mengenalnya yaitu Penjaga
perbatasan yang bernama Yin Shi menegurnya,"Tuan selalu menyukai hidup
sebagai orang pertapa, akan tetapi Tuan tak pernah menulis ajaran-ajaran
Tuan. Sekarang Tuan ingin meninggalkan daerah ini,pelajaran Tuan akan
dilupakan orang,maka dari itu saya tak akan mengijinkan Tuan menyebrang
sampai Tuan selesai menulis pokok-pokok ajaran Tuan"
Akhirnya untuk memenuhi permintaan itu, Lao-tze tertahan
diperbatasan tersebut untuk menulis ajarannya dalam 5000 kata-kata yang
terbagi 81 syair pendek, yang kemudian syair-syair tersebut disebut
dengan Tao te Ching. Lao tze kemudian menyerahkan tulisannya kepada Yin
Hsi dengan mengatakan bahwa:"Inilah yang harus saya ajarkan, sekarang
izinkanlah saya meninggalkan tempat ini.[7]
Setelah Yin Hsi membacanya, ia meletakkan tulisan tersebut diatas
meja rumah penjagaan perbatasan tersebut dan kemudian ia kembali kepada
Lao tze dan mohon diperbolehkan mengikuti sebagai pengawal dan sekaligus
menjadi muridnya yang pertama. Setelah kejadian ini, baik Lao-tze
maupun Yin Hsi tidak muncul-muncul lagi, seolah mereka tidak pernah
hidup, akan tetapi bukunya"Tao te Ching"tetap dipelajari.
Kitab Tao te Ching tersebut merupakan pemikiran dari Lao-tze yang
dijadikan buku pedoman moral dan etika bagi banyak orang. Sebagian orang
atau para ahli ada yang menganggap bahwa ada kemungkinan Lao-tze
merupakan tokoh mitologi yang tidak pernah dijumpai oleh kebanyakan
orang didunia ini, karena kisah-kisah seputar dia sangat unik yang tidak
pernah dijumpai oleh kebanyakan orang didunia ini.
Kemungkinan-kemungkinan seperti ini juga sulit untuk dibuktikan, karena
kesulitan untuk menemukan data untuk membuktikan hal tersebut.
Berdasarkan ajaran Tao te Ching bahwa kehidupan yang abadi ditemukan
dalam kehampaan. Dari kehampaan bersemi kegunaan. Ruang kososng didalam
gelisalah yang membuat gelas itu menjadi bermanfaat untuk orang banyak,
karena tanpa ada ruang kosong didalamnya, maka gelas tersebut tidak akan
dapat diiisi dengan air, dan akhirnya tidak akan bermakna bagi semua
orang. Kitab suci tao te Ching adalah kesusasteraan yang paling tinggi,
baik dalam segi gaya maupun dalam segi kaligrafi.
Sealin kitab Tao te Ching, kita juga dapat mengenal kitab lain dalam
agama Tao, yaitu Chuang_Tzu atau Zhuangzi merupakan kumpulan tiga puluh
tiga bab esai yang terbagi menjadi tiga bagian: Bab dalam(nei-p"ien).
Bab luar(wui-p"ien0. dan bab lain(tsa-p"ien), sebagaimana banyak naskah
kuno yang lain. Chuang-Tzu yang kita miliki sekarang ini kurang lengkap.
Kitab Chuang-Tzu yang ada sekarang ini ada kemungkinan disatukan pada
awal abad ke-4. Pada masa dinasti T'ang,status Chuang_Tzu
terangkatnketika kitab ini menjdai satu dari tiga kitab klasik agama
Tao, bersama dengan Tao-te Ching dan Lieh-tzu.[8]
Chuang –tzu atau Zhuangzi, dianggap oleh para ahli sebagai kedua
karya terbesar dari filsafat Taoisme.Kitab ini diberi nama oleh
pengarangnya pada abad ke-4SM, Zhuangzi(guru Zhuang), dan nama lain dari
Zhuangzi adalah Zhuan ho. Kitab ini lebih banyak diperuntukkan untuk
rakyat jelata sebagai pedoman hidup mereka, daripada para penguasa.
Zhuangzi yang juga dikenal sebagai nama penulisnya, dikenal sebagai
tokoh yang senang mewujudkan Tao yang tidak terbatas dalam dirinya, guna
untuk mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dalam hidup ini. Dia
melihat realitas alam dan menggambarkan alam sebagai sesuatu yang tidak
terbatas atau kekal yang ada di ala mini dengan cara yang berbeda-beda.
Dia juga melihat bahwa perubahan-perubahan ang terjadi dalam hidup ini
dan juga dalam kematian sebagai perpaduan dengan Tao atau tidak terlepas
dari unsur Tao. Kitab Zhuangzi juga bicara tentang keabadian dan
kekekalan hidup kesempurnaan individu atau orang –orang yang hidup di
atas gunung-gunung, mencari makanan disekielilingnya, menghirup embun
pagi, udara segar, dan engalaman diatas gunung yang sangat menyenangkan
adalah suatu tindakan yang tidak dapat dilupakan dan membentuk
kepribadian mereka. Semua ide-ide yang terkandung dalam kitab ini
menjadi sangat penting bagi tradisi keagamaan Taoisme diseluruh
dunia.[9]
Pemikiran Zhuangzi yang tertuang didalam kitabnya(yang
juga disebut kitab Zhuangzi atau Chuang-zhu) ditulis dalam tujuuh bab,
sedangkan pemikiran yang lain ditulis sebanyaka dua puluh enam bab yang
barangkali merupakan karya bagi para murid-muridnya yang sangat cerdas
dan bijaksana.
Selain Tao te Ching, Zhuang zi, ada lagi dua karya kefilsafatan
Taoisme yang besar lainnya yang ditulis pada abad ke-2SM. Kedua Karya
kefilsafat Taoisme tersebut adalah Huainanzhi(guru huainan) dan lei
zhi(kira-kira ditulis pada abad ke-3 SM sampai pada abad ke-4M). Kitab
Huananzhi menjelaskan bagaimana waktu, alam, dan tindakan manusia satu
dengan lainnya dapat saling berhubungan,ketergantungan, sehingga sulit
untuk dipisahkan diantara mereka. Kitab Lie ezi menjelaskan mengenai Tao
dan perubahan-perubahannya sepanjang sejarah, serta menjelaskan tentang
penciptaan alam ini.
Kitab Liezi atau Lieh-tzu, juga dianggap sebagai kumpulan cerita dan
hiburan-hiburan dalam filsafat. Kitab ni juga berisikan bahan-bahan yang
ditulis selama 600 tahun(berkisar antara 300 SM sampai dengan 300M).
Dalam karya aslinya, kitab ini terdiri dari 20 bagian. Dari ke-20 bagian
ini kemudian dipadatkan lagimenjadi 8 bagian seperti yagng dapat
dijumpai saat ini. Ajaran-ajaran yang tertuang dalam kitab ini dianggap
hanya untuk memahami agama Tao pada masa negeri-negeri yang berperang
dan kebudayaan-kebudayaaan yang berkembang pada awal kekuasaan dinasti
Han.[10]
Selain kitab Tao te Ching,Zhuangzi dan Leizi, ada buku yang tak kalah
amat pentingnya juga yaitu Bao Puzi guru yang berpenampilan sedrehana)
oleh Ge Hong, yang ditulis pada tahun 230M. Ge Hong adalah anggota
keluarga dari kaum ningrat yang berasal dari bagian Selatan China. Karya
ini difokuskan untuk menjelaskan tentang waktu-waktu dan tempat-tempat
untuk melakukan ibadah atau meditasi. Dalam buku tersebut ada pengaruh
jug dalam ilmu Fangsi atau laki-laki dengan makanan', dan tradisi Shaman
yang cukup berkembang di China bagian Selatan. Kitab Bao Puzi dibagi
dalam dua bagian atau bab, yaitu bab pertama adalah bab"bagian dalam'
yaitu bab yang dikhususkan untuk kalangan tokoh-tokoh Tao tertentu saja,
dan kedua adalah bab"bagian luar", yaitu bab-bab yang menjelaskan
tentang etika konfisius. Bbab-bab bagian dalam berkaitan dengan
methode-methode dan tekhnik-tekhnik untuk mencapai keabadian, atau
kehidupan yang kekal, termasuk juga penciptaan obat untuk memperoleh
keabadiaan yang berasal dari zat-zat mineral. Sedangkan bab-bab dibagian
luar berkaitan dengan adat-istiadat masyarakat dan tingkah laku manusia
didunia ini,khususnya adapt orang China. Di dalam kitab tersebut juga
dijelaskan mengenai moral,kebijaksanaan, dan keabadian hidup.
Pada Abad ke-15,kitab peratutan agama Tao dikelompokkan menjadi tiga
bagian. Hal ini dilakukan dikarenakan untuk mempromosikan kitab-kitab
Budhisme, yang tumbuh dengan cepat dan popular pada saat itu. Tiga
bagian dari kitab-kitab ini mewakili tiga kelompok tradisi agama Tao
yang berkembang pada saat itu, yaitu: Shangqiang, Lingbao dan
Sanhuang(tiga raja yang berkuasa). Bagian-bagian lain dari kitab
tersebut, tidak ada hubungan dengan karya-karya kelompok-kelompok
sebelumnya. Tergolong dalam kelompok-kelompok ini adalah Celestial
Master 9guru-guru Surga), yang kemudian hari semakin berkembang
didaratan China.[11]
Keagamaan Taoisme dipandang mencakup unsure-unsur
ketuhanan,penciptaan,kematian dan persoalan etika. Ada juga persoalan
yang berkaitan dengan emanasi yang dijelaskan dengan panjang lebar,
seperti contohnya bahwa manusia hidup karena ada nafas(yuangi yang ada
pada gerakan pertama Tao. Yang pada akhirnya KELOMPOK KEAGAMAAN Tao
berawal dengan guru-guru surga Celestial amster ang dipandang sebagai
perwujudan Tao diatas muka bumi ini. Seorang penerima wahyu yang cukup
terkenal adalah Yang xi, yang dimasukki oleh sejumlah roh-roh para
tokoh-tokoh
agama Tao yang terjadi antara tahun 364 dan 370M. Yang xi membuat
kitab suci dianggap datang dari langit yang paling tinggi Shanging, dan
kitab-kitab ini menjdai pedoman bagi kelompok Shanging. Karya-karya Yang
xi yang sangat bagus, yang tersebar ke seluruh masyarakat, bukan saja
bermanfaat bagi masyarakat, tapi juga dapat menungkatkan wibawanya
dimata masyarakat.
Kitab-kitab yang lain, seperti kitab klasik tentang perdamaian
besar(taiping ling) dari kelompok serban kuning(yellow turban0
memasukkan ajaran-ajaran Tao ke dalamnya, dan mengharapkan keselamatan
dari Tuhan Lao atau Laozi, atau seorang yang hadir ditengah-tengah
masyarakat, dapat menjadi pelayan dimasa perdamaian, mendatangkan
kemakmuran dan umur panjang.
Dalam agama Tao, alam yang luas ini dipandang sebagai makrokosmos,
sedangkan badan manusia dipandang sbagai mikrokosmos atau bagian dari
alam yang sangat besar. Keduanya saling berhubungan dan saling pengaruh
mempengaruhi. Jadi, kitab-kitab atau buku-buku topografi juga
menjelaskan mengenai peta langit,bumi, dan gua yang terdapat dibawah
tanah. Termasuk hal yang penting lainnya, yang tidak hanya untuk garis
lintang bumi,perjalanan, meliat alam, tapi juga untuk memetakan alam
dari badan kita. Sebab tubuh manusia itu sendiri adalah bagian dari alam
yang cukup besar.[12]
IV. KESIMPULAN
Riwayat hidup Lao-tze menggugah para ilmuan untuk mengali
lebih dalam tentang diri-nya. Dari berbeda-beda penafsiran sejarah
periwayatannya,bahwasannya beliau merupakan tokoh sejarah yang sangat
mempengaruhi bangasa China pada umumnya. Dari kitab Tao te Ching yang
berisi gagasan-gagasan yang dapat menjadi pedoman bagi umat Tao di China
dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan demikian Sejarah hidup Lao-tze
sangat penting untuk diketahu bagi para mahasiswa dan mahasiswi agar
mempunyai wawasan yang luas mengenai perjuangan seorang tokoh penjaga
arsip yang mempunyai pemikiran yang hebat di eranya.
[2] M. Ikhsan Tanggok,Mengenal Lebih Dekat Agama Tao. Jakarta:Lembaga Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press.2006,cet 1, h. 69
[4] M.Ikhsan Tanggok,Mengenal Lebih Dekat Agama Tao. Jakarta: Lembaga
Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press 2006,hal.75-76
[5] Ibid hal92
[6] M.Ikhsan Tanggok,Mengenal Lebih Dekat Agama Tao. Jakarta: Lembaga
Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press 2006,hal.75-76
[7] Prof.HM.Arifin.M.ed, Menguak Misteri Ajaran Agama-Agama Besar.Jakarta:Golden Trayon Press 1986,hal. 38
[8]M.Ikhsan Tanggok,Mengenal Lebih Dekat Agama Tao. Jakarta: Lembaga
Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press 2006,hal 81-82
[9] M.Ikhsan Tanggok,Mengenal Lebih Dekat Agama Tao. Jakarta: Lembaga
Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press 2006,hal 83
[10] Ibid hal 84
[11] M.Ikhsan Tanggok,Mengenal Lebih Dekat Agama Tao. Jakarta:
Lembaga Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press 2006,hal86

Tidak ada komentar:
Posting Komentar