Taoisme juga dikenal dengan Daoisme, diprakarsai oleh Laozi sejak
akhir Zaman Chunqiu. Taoisme merupakan ajaran Laozi yang berdasarkan
Daode Jing. Pengikut Laozi yang terkenal adalah Zhuangzi yang merupakan
tokoh penulis kitab yang berjudul Zhuangzi.
Menurut ajaran Tao, manusia pada hakekatnya terlahir dalam keadaan
suci dan baik. Jalan yang ditempuh untuk mempertahankan dan memelihara
kesucian dan keadaan baik. Ia percaya jalan ini dapat menghindarkan
manusia dari segala hal yang bertentangan dengan ritme atau irama alam
semesta. Terdapat lima budi baik jalan Tuhan yakni:
- Berkelakuan ramah tamah
- Berkelakuan sopan santun
- Harus cerdas
- Harus jujur
- Harus adil
Taoisme berasalkan dari kata “Dao” yang berarti tidak berbentuk,
tidak terlihat, tapi merupakan proses kejadian dari semua benda hidup
dan segala benda-benda yang ada di alam semesta. Dao yang berwujud dalam
bentuk benda hidup dan kebendaan lainnya adalah De. Gabungan Dao dengan
De dikenal sebagai Taoisme yang merupakan landasan kealamian. Taoisme
bersifat tenang, tidak berbalah, bersifat lembut seperti air, dan
bersifat abadi. Keabadian manusia terwujud disaat seseorang mencapai
kesadaran Dao, dan orang tersebut akan menjadi dewa.
Penganut-penganut Taoisme mempraktekkan Dao untuk mencapai kesadaran
Dao, dan menjadi seorang dewa. Taoisme juga memperkenalkan teori
Yinyang, dalam Daode Jing Bab 42.
Secara terminologi, Yin dan Yang diterjemahkan sebagai negatif dan positif.
Setiap benda bersifat dualisme yang terdiri dari unsur positif dan
unsur negatif. Benda yang tidak memiliki unsur negatif dan positif, itu
bermakna kosong dan hampa. Seperti halnya magnet, magnet mempunyai unsur
positif dan negatif, kedua-duanya bersifat saling melengkapi. Magnet
tanpa unsur positif, maka tidak terwujudnya unsur negatif. Itu bermakna
bahwa magnet tidak akan terwujud jika tidak memiliki kedua unsur
tersebut.
Konfusianisme
Konfusianisme adalah warisan dari Timur, suatu bentuk budaya yang
mekanismenya untuk mengawasi tingkah laku masyarakat tersebut yang
dilahirkan dan dibesarkan dibawah pengaruh budaya Konfusianisme yang
menekankan pada kehidupan keluarga dan perkembangan pribadi. Budaya
Konfusianisme ini adalah dasar yang unik dari tingkah laku/sikap
masyarakat di Asia Timur, seperti halnya Kristen yang merupakan inti
dari sikap masyarakat di Barat. Saat ini kita tidak dapat melupakan
orang Asia-Amerika. Berdasarkan harian Washington Post, “Meskipun Orang
Asia-Amerika hanya merupakan 2.4 persen dari populasi negara, mereka
merupakan 17.1 persen mahasiswa di universitas Harvard, 18 persen di Massachussets Institute of Technology
dan 27.3 persen di Universitas California -Berkeley. Di Universitas
California- Irvine, 35.1 persen dari mahasiswanya adalah orang
Asia-Amerika, bahkan perbandingan class barunya lebih tinggi : 41
persen. Sifat kerja keras orang-orang Asia merupakan warisan
Konfusianisme secara umum, filsafat 5 abad sebelum masehi, orang
Bijaksana dari Cina yang mengajarkan orang untuk menjadi sempurna hanya
melalui pendidikan dan latihan (praktek). Khonghucu (Confucius) bukan
hanya merupakan karakter pada masa lalu, beliau adalah kenyataan hidup
dari masayarakat tersebut.
Konfusianisme adalah kemanusiaan, suatu filsafat atau sikap yang
berhubungan dengan kemanusiaan, tujuan dan keinginannya, daripada
sesuatu yang bersifat abstrak dan masalah teologi. Dalam Konfusianisme
manusia adalah pusat daripada dunia: manusia tidak dapat hidup
sendirian, melainkan hidup bersama-sama dengan manusia yang lain. Bagi
umat manusia, tujuan akhirnya adalah kebahagiaan individu. Kondisi yang
diperlukan untuk mencapai kebahagiaan adalah melalui perdamaian. Untuk
mencapai perdamaian , Khonghucu (Confucius) menemukan hubungan antar
manusia yang meliputi Lima hubungan (Ngo Lun) berdasarkan Cintakasih dan
Kewajiban. Peperangan harus dihindarkan; dan Persatuan Besar dari
seluruh dunia harus dikembangkan.
Konfusianisme bukan satu-satunya yang disebut agama. Khonghucu
sendiri sangat percaya kepada Tuhan dan mengajarkan Tao-nya yang
membimbing umat manusia ke Jalan yang terang, dengan cara ini akan
menyatu/manunggal dengan Tuhan, dengan tanpa mempertujukkan orang dapat
membuktikannya; dengan tanpa menggerakkan orang membuat perubahan, dan
tanpa berusaha orang dapat memperoleh hasil akhirnya. Ajaran Khonghucu
adalah yang paling suci diantara ajaran suci, dan mungkin di atas semua
agama dan tidak pernah bertentangan dengan mereka. Beliau percaya bahwa
semua orang di dunia ini adalah bersaudara di bawah Tuhan Yang Esa.
Analisis
Pada dasarnya kepercayaan orang Cina pada umumnya didasarkan pada
keyakinan bahwa di dunia ini manusia merupakan refleksi dari kehidupan
alam semesta. Baik Konfusianisme maupun Taoismme, kedua lebih menekankan
pada way of life, bagaimana seharusnya manusia hidup,
berinteraksi dan saling menjaga suatu kondisi damai. Oleh karenanya
banyak orang menganggap keduanya bias menjadi ajaran hidup atau filsafat
daripada teologi kendati keduanya juga tidak melepaskan adanya
ritual-ritual di dalamnya. Ini mungkin adalah sebuah alasan yang
mempermudah kepercayaan ini masuk dan dipelajari oleh bangsa-bangsa
lainnya sebagaimana di Indonesia sendiri. Pada kenyataannya bangsa Cina
pada saat ini memeluk agama Kristem Protestan, Katolik, Budha, dan
Hindu namun mereka tetap memegang erat ajaran hidup dan kepercayaan
Taoisme dan Konfusianisme yang dipercaya akan menyeimbangkan kehidupan
mereka
.
Referensi:
Tjeng, Lie T. 1983. Studi Wilayah pada Umumnya Asia Timur Pada Khususnya. Bandung: Penerbit Alumni
homepage://www.wam.umd.edu/-tkang, email: tkang@wam.umd.edu (diakses 22 Maret 2010)
http://www.taoist.org.cn/jingdian (diakses 22 Maret 2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar