Wu Wei dapat di artikan “tanpa berbuat”, “dapat bertindak” atau
sarjana Barat dapat mengartikannya dengan istilah “non action”. Dalam
agama Tao, bagaimana Wu Wei yang diartikan tanpa berbuat atau bertindak
tersebut jika digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat
menyelasaikan segala macam persoalan.
Sepintas orang menganggap bahwa kosep Wu wei adalah sebuah konsep yang “konyol”atau
tidak masuk akal, namun dalam agama Tao konsep yang kurang masuk
akal ini di buat jadi masuk akal. Cukup banyak ayat-ayat Tao te Ching
yang mengulas secara panjang lebar tentang Wu Wei, diantaranya:
“Tao selalu menegaskan makna tanpa tindakan bahkan tidak ada yang tertinggal untuk tidak dikerjakan”.
“Bertindak tanpa aksi, dan berbuat tanpa gaduh”.
ayat-ayat Tao te Ching diatas menunjukan bahwa dalam konsep Wu wei
tersebut adalah konsep yang mengacu tanpa berbuat, dan tanpa melakukan
tindakan. Dalamhal ini bukan berarti tanpa melakukan tindakan atau
berbuat, semua pekerjaan menjadi terbengkalai, sebaliknya dengan tanpa
bertindak tersebut semua persoalan dapat terselesaikan sesuai dengan
aturan-aturan yang berlaku dalam alam ini.
Berdasarkan konsep Wu Wei, apapun yang dilakukan oleh manusia, maka
harus dapat menyelaraskan diri dengan sifat-sifat alam. Kesalahan yang
fatal dapat juga disebabkan oleh kecerobohan, oleh karena itu
kecerobohan harus di hindari, untuk tujuan-tujuan yang dapat
menghasilkan kebaikan dan
manfaat.
Filsafat Wu wei
Wu wei merupakan konsekuensi logis filsafat tao. Segala sesuatu
berjalan sesuai dengan garis edarnya. Hidup ini tumbuh atau berkembang
pada jalannya. Demikianlah hanya orang yang mengtahui hakikat kekuatan
hidup yang mendasar, tahu bahwa kekuatan itu akan mendukung jika ia
berhenti.
Wu Wei mengajarkan, jika kita akan menyelesikan apapun dalam hidup
ini, maka jalan terbaik adalah menyekutukan diri dengan alam.,
sebagaiman disebutkan sebelumnya, yaitu berlakulah seperti sifat-sifat
air, yaitu mengalur dari tempat yang tinggi kerendah dan akhirnya dapat
memberikan banyak bagi makhluk hidup.
Orang yang menghayati hal ini, kata Tao te Ching, “ bekerja tanpa
upaya” ia berbuat tanpa lelah, membujuk tanpa perlu member alas an,
berbicara fasih tanpa mulut berbuih, dan mampu mencapai maksudnya tanpa
kekerasan, paksaan, dan tekanan.
Walaupun sebagai pribadi ia hampir tidak di perhatikan orang, dalam
kenyataanya pengaruhnya amat menentukan.” Para pengikut Tao menekankan
pencegahan sejak awal, jika kita bertindak, jika persoalan selagi masih
kecil dan mudah, maka yang kita lakukan jauh lebih sedikit dan tenaga
yang kita keluarkanpun juga semakin sedikit. Apabila kita menunggu
sampai persoalan kita menjadi rumit, maka penyelesaian akan jauh
lebihsulit, dan tenaga yang kita keluarkanpun, akan menjadi besar.
Wu wei dalam pemerintahan.
Salah satu bidang yang diminati oleh Lao tse adalah bidang
pemerintahan, karena bidang ini sangat berhubungan dengan system
pemerintahan raja-raja masa lampau dan berlaku dala kekaisaran.
Satu-satunya yang banyak dirujuk dalam Tao te Ching adalah Tao itu
sendiri, karena Tao diyakini sebagai sumber segala sesuatu yang ada di
muka bumi ini.banyak gagasan tentang kebijakan pemerintah juga berlaku
untuk manajemen maupun kehidupan sehari-hari dalam kehidupan rumah
tangga.
Banyak para ahli mengatakan bahwa politik Taois dapat disamakan
dengan konsep Eropa Laisse-faire, yaitu pemerintah yang paling sedikit
memerintah adalah pemerintah yang baik dan bijaksana. Para kaum bijak
Taois menasehati para penguasa yang sedang berkuasa, agar diam mengamati
dan membiarkan rakyat berkembang seperti apa adanya.
Jika masyarakat pada dasarnya hidup secara teratur dan damai, jangan
kita berusaha menciptakan persoalan-persoalan di dunia ini yang dapat
membuat hidup masyarakat menjadi tidak tentram dan hidup secara tidak
damai.. adanya peperangan antar dua Negara barudalam suatu Negara yang
sudah sah, dan lain-lain dan tidak lain adalah melanggar prinsp-prinsip
alam yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Tao.
Lao-tse, Chuang tsu, dan Lien tsu, sama-sama meyakini bahwa larangan
yang terlalu banyak terhadap rakyat dapat mencipakan rakyat menjadi
memberontak akibat ketidak setujuan, dan menimbulkan kemiskina. Semakin
banyak hukum yang di tetapkan, akan semakin banyakpula pencuri,
sebagaimana dikatakan Lao tse dalam Tao te Ching :
“ Semakin banyak larangan, semakin banyakritual yang dihindari akan
semakin melarat pula rakyat… semakin banyak hukum yang ditetepkan, akan
semakin banyak pula pencuri, karena itu orang bijak berkata “ selama aku
tidak melakukan apa-apa, rakyat akan mengentaskan diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar