Selasa, 22 Mei 2012

PERIBADATAN DAN HARI-HARI BESAR DALAM KONGHUCU

KARYA TULIS
PERIBADATAN  DAN HARI-HARI BESAR DALAM KONGHUCU
Mata Kuliah Konfusianisme dan Taoisme
Karya Tulis Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Diskusi, Sebagai Syarat  Guna  Mengikuti Ulangan Tengah Semester IV Pada Mata Kuliah Konfusianisme

Dosen Pembimbing :
Dra. Hj. Siti Nadroh, M.Ag

Disusun Oleh :
Ahmad Khoirul Fatihin
1110032100066




JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIFHIDAYATULLAH
JAKARTA
2012 

BAB I    Pendahuluan 
  1. Latar Belakang Masalah                        ……………………………………  2
  2. Rumusan Masalah                                  …………………………………..   2
  3. Tujuan Penelitian                                   ……………………………………   2
  4. Metodologi Penelitian                            ……………………………………   3
  5. Sasaran, Waktu dan Lokasi Penelitian   ……………………………………   3
  6. Sistematika Penulisan                            …………………………………..    3
BAB II   Pembahasan
  1. Tempat-tempat ibadah                             …………………………………   4
  2. Tata cara peribadatan                               ……………………………… .  4
  3. Tujuan melakukan peribadatan                …………………………………   5
BAB V   Penutup
  1. Kesimpulan                                            ............................... .  7











BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan gugusan pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke. hal ini menimbulkan hubungan antar pulau tidak selalu mudah sehingga masing-masing pulau sedikit-banyak terisolasi satu dari yang lain, hal ini mendorong tumbuhnya ciri-ciri kesukuan, kebahasaan, keberagamaan dan kebudayaan yang berbeda-beda. Bahkan dalam lingkungan pulau-pulau besar pun, pola kesukuan, keagamaan dan kebudayaan yang berbeda-beda terdorong muncul dengan sifat khas masing-masing menurut lingkungannya, dikarenakan keadaan geografis dan topografisnya yang menyebabkan terbentuknya wilayah-wilayah yang terpisah satu dari lainnya.

  1. Rumusan Masalah
Seperti yang telah disebutkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang plural, terdiri dari berbagai etnis, suku, bahasa, dan agama. Hal ini menyimpan potensi konflik yang tinggi. Di samping itu, sikap terhadap pluralitas agama bermacam-macam, mulai dari yang plural hingga eksklusif. Seharusnya ajaran agama dapat dipahami sebagaimana setiap agama mengajarkan kepada pemeluknya keharusan menghormati sesama manusia, serta pentingnya hidup damai dan harmonis di antara sesama.
Dari permasalahan awal tersebut, kemudian dirumuskan dalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
  • Bagaimana pandangan Mahasiswa terhadap kehidupan agama konghucu?
  • Seperti apa konsep ibadah dalam konghucu?
  • Apa nama tempat peribadatan dalam umat konghucu?
  • Dan bagaimana konsep dialog antar umat beragama yang dapat membawa kedamaian dan keharmonisan di antara sesama?

  1. Tujuan Masalah
Adapun beberpa tujuan penulis membuat karya tulis ini ialah :
  • Sebagai syarat guna mengikuti Ulangan Akhir Semester pada mata kuliah Konfusianisme dan Taoisme.
  • Agar mahasiswa mengetahui letak perbedaan antara islam dan konghucu.
  • Agar mahasiswa mengetahui letak perbedaan antara Konghucu dan agama masing-masing yang mereka anut.
  • Sebagai penambah wawasan ilmu pengetahuan.
  1. Metode Penelitian
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis menggunakan metode studi lapangan. Dimana penulis menggunkan teknik langsung terjun kelapangan yang berupa observasi. Karena dengan instrument pengumpulan data semacam ini peneliti rasa data yang akan dikumpulkan lebih akurat bila kita mengamati sendiri apa yang akan terjadi dilapangan tersebut.
  1. Sasaran, Waktu dan Tempat Penelitian
Yang menjadi sasaran pada penelitian ini adalah beberapa penganut yang beragama Konghucu, sehingga memudahkan penulis dalam mencari dan mengetahui bagaimana Konghucu.
Waktu penelitian dilakukan pada hari Jum’at 5 Mei 2012, pukul 18.30 sampai 21.00 WIB.
Penelitian dilakukan di sebuah Klenteng  LIE THANG yang cukup besar untuk agama konghucu, berada di daerah Pondok Cabe.

  1. Sistematika Penulisan
Dalam Penulisan skripsi ini, Penulis menggunakan buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diterbitkan CeQDA (Center For Quality Development and Assurance) (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2007.




BAB II PEMBAHASAN
  1. Nama tempat ibadah agama Konghucu pada umumnya adalah:
  2. Kong Miao”  Pada umumnya di dalam Kong Miao tidak terdapat patung dewa-dewi, melainkan hanya berupa tulisan pada papan peringatan  yang biasanya hanya berisi tulisan tentang nama Nabi Kongfuzi Khonghucu dan juga nama-nama para muridnya yang terkenal.
  3. Litang “(Ruang Ibadah) Litang adalah nama tempat ibadah agama Khonghucu yang banyak terdapat di Indonesia. Ciri tempat ibadah tersebut selain altarnya yang berisi Nabi Kongzi/Khonghucu, juga biasanya terdapat lambang yaitu berupa gambar Genta dengan tulisan huruf 'Zhong Shu' atau Tiong Sie (bahasa Hokian) artinya "Satya dan Tepasarira/Tenggang Rasa" yang merupakan inti ajaran agama Khonghucu.
Umat Khonghucu biasanya melakukan ibadah di Litang setiap tanggal 1 dan 15 penanggalan Imlek. Namun ada pula yang melaksanakannya pada hari Minggu dan hari lain, hal ini disesuaikan dengan kondisi dan keadaan setempat. Upacara-upacara hari keagamaan lain seperti peringatan Hari Lahir Nabi Khonghucu, Hari Wafat Khonghucu, Tahun Baru Iemlik dsb.
  1. Kelenteng “ pada umumnya digunakan sebagai sarana tempat bersembah yang/ ibadah oleh kebanyakan orang Tionghoa terutama umat tradisional.


  1. Tata Cara Peribadatan Agama Konghucu
Setiap agama mempunyai Ritual peribadatan masing-masing yang berbeda dengan menggunakan symbol dan gerakan yang didalamnya mengandung makna dan arti bagi mereka yang menjalaninya. Sehingga hal tersebut dianggap sacral dalam prosesi pelaksanaannya.
Klenteng merupakan rumah ibadah bagi masyarakat Tionghoa yang memeluk kepercayaan Kong Hu Cu. Dari setiap wilayah Masing-masing dari klenteng pasti memiliki ciri khasnya sendiri. Ciri khas berupa bangunan sampai jenis dewa yang dipercayain. Umumnya bangunan klenteng ini didominasi oleh warna merah pekat, dengan ukiran-ukiran huruf cina dan arsitekturnya bercita rasa oriental. Ada ritual ibadah yang biasanya dilakukan oleh orang Kong Hu Cu yaitu membakar dupa wangi sambil berdoa ke patung-patung yang dipercayai ada ‘nyawa-nya’. Sehingga apa yang mereka doa akan tersampaikan ke dewa yang dimaksud.
Peralatan untuk ibadah juga tidak repot, hanya sejumlah dupa yang sudah disediakan oleh pengurus klenteng. Tiap satu colokkan dupa digunakan 3 batang dupa, jadi kalau di dalam klenteng itu ada 8 colokkkan, berarti jumlah dupa yang diambil adalah 24 dupa. Kemudian, ada kertas uang bakar yang menurut kepercayaan kertas uang ini nantinya saat dibakar akan berwujud uang untuk di dunia lain. Kertas uang bakar inipun ada nominalnya, mulai dari Rp 1000.
Selanjutnya ada sepasang lilin berwarna merah, gula-gula, serta minyak sayur yang digunakan apabila ingin menambah minyak di lampu lentera. Penambahan minyak sayur ini diyakinin sebagai penambahan rejeki/keberuntungan bagi si pemberi.  Seperti agama lain, agama  konghucupun setelah melakukan doa/sembahyang  di dalam klenten, mereka  Kemudian, pesta makan di perkarangan luar klenteng. Sebagai tanda syukur atas nikmat yang telah dimiliki.

  1. Arti dan tujuan umat konghucu melakukan ritual peribadatan
Hampir sama dengan agama pada umumnya, arti dalam ibadah itu sendiri yakni menyembah kepada tuhan yang maha esa, bisa juga diartikan sebagai pola komunikasi antara makhluk dengan tuhannya.  Oleh karena itu, maka ibadah atau sembahyang merupakan aspek penting dalam kehidupan umat beragama. Secara garis besar tujuan dari pada melaksanakan ritual peribadatan bagi umat konghucu adalah :
  • Mendekatkan diri pada tuhan yang maha esa
  • Memohon pertolongan dan perlindumngan ketika manusia merasa bahwa dirinya terancam dan tidak ada lagi yang bisa menolongnya maka dia akan berdo’a pada tuhan nya dan meminta pertolongan
  • Bersyukur atas  nikmat tuhan, manusia tidak akan pernah bisa menghitung berapa banyak nikmat yang yang telah tuhan anugerahkan buat kita semua .


BAB IV PENUTUP
  1. Kesimpulan
Klenteng adalah sebutan untuk tempat ibadah penganut kepercayan tradisional tionghoa di Indonesia pada umumnya. Klenteng itu salah satu tempat ibadah umat Khonghucu yang biasanya berarsitektur Tiongkok + di halaman dpnnya ada altar untu ksembahyang kepada Tuhan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar