KARYA TULIS
PERIBADATAN DAN HARI-HARI BESAR DALAM KONGHUCU
Mata Kuliah Konfusianisme dan Taoisme
Karya Tulis Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Diskusi, Sebagai Syarat
Guna Mengikuti Ulangan Tengah Semester IV Pada Mata Kuliah Konfusianisme
Dosen Pembimbing :
Dra. Hj. Siti Nadroh, M.Ag
Disusun Oleh :
Ahmad Khoirul Fatihin
1110032100066
JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIFHIDAYATULLAH
JAKARTA
2012
BAB I Pendahuluan
- Latar Belakang Masalah …………………………………… 2
- Rumusan Masalah ………………………………….. 2
- Tujuan Penelitian …………………………………… 2
- Metodologi Penelitian …………………………………… 3
- Sasaran, Waktu dan Lokasi Penelitian …………………………………… 3
- Sistematika Penulisan ………………………………….. 3
- Tempat-tempat ibadah ………………………………… 4
- Tata cara peribadatan ……………………………… . 4
- Tujuan melakukan peribadatan ………………………………… 5
- Kesimpulan ............................... . 7
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
Dari permasalahan awal tersebut, kemudian dirumuskan dalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
- Bagaimana pandangan Mahasiswa terhadap kehidupan agama konghucu?
- Seperti apa konsep ibadah dalam konghucu?
- Apa nama tempat peribadatan dalam umat konghucu?
- Dan bagaimana konsep dialog antar umat beragama yang dapat membawa kedamaian dan keharmonisan di antara sesama?
- Tujuan Masalah
- Sebagai syarat guna mengikuti Ulangan Akhir Semester pada mata kuliah Konfusianisme dan Taoisme.
- Agar mahasiswa mengetahui letak perbedaan antara islam dan konghucu.
- Agar mahasiswa mengetahui letak perbedaan antara Konghucu dan agama masing-masing yang mereka anut.
- Sebagai penambah wawasan ilmu pengetahuan.
- Metode Penelitian
- Sasaran, Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian dilakukan pada hari Jum’at 5 Mei 2012, pukul 18.30 sampai 21.00 WIB.
Penelitian dilakukan di sebuah Klenteng LIE THANG yang cukup besar untuk agama konghucu, berada di daerah Pondok Cabe.
- Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
- Nama tempat ibadah agama Konghucu pada umumnya adalah:
- Kong Miao” Pada umumnya di dalam Kong Miao tidak terdapat patung dewa-dewi, melainkan hanya berupa tulisan pada papan peringatan yang biasanya hanya berisi tulisan tentang nama Nabi Kongfuzi Khonghucu dan juga nama-nama para muridnya yang terkenal.
- Litang “(Ruang Ibadah) Litang adalah nama tempat ibadah agama Khonghucu yang banyak terdapat di Indonesia. Ciri tempat ibadah tersebut selain altarnya yang berisi Nabi Kongzi/Khonghucu, juga biasanya terdapat lambang yaitu berupa gambar Genta dengan tulisan huruf 'Zhong Shu' atau Tiong Sie (bahasa Hokian) artinya "Satya dan Tepasarira/Tenggang Rasa" yang merupakan inti ajaran agama Khonghucu.
- Kelenteng “ pada umumnya digunakan sebagai sarana tempat bersembah yang/ ibadah oleh kebanyakan orang Tionghoa terutama umat tradisional.
- Tata Cara Peribadatan Agama Konghucu
Klenteng merupakan rumah ibadah bagi masyarakat Tionghoa yang memeluk kepercayaan Kong Hu Cu. Dari setiap wilayah Masing-masing dari klenteng pasti memiliki ciri khasnya sendiri. Ciri khas berupa bangunan sampai jenis dewa yang dipercayain. Umumnya bangunan klenteng ini didominasi oleh warna merah pekat, dengan ukiran-ukiran huruf cina dan arsitekturnya bercita rasa oriental. Ada ritual ibadah yang biasanya dilakukan oleh orang Kong Hu Cu yaitu membakar dupa wangi sambil berdoa ke patung-patung yang dipercayai ada ‘nyawa-nya’. Sehingga apa yang mereka doa akan tersampaikan ke dewa yang dimaksud.
Peralatan untuk ibadah juga tidak repot, hanya sejumlah dupa yang sudah disediakan oleh pengurus klenteng. Tiap satu colokkan dupa digunakan 3 batang dupa, jadi kalau di dalam klenteng itu ada 8 colokkkan, berarti jumlah dupa yang diambil adalah 24 dupa. Kemudian, ada kertas uang bakar yang menurut kepercayaan kertas uang ini nantinya saat dibakar akan berwujud uang untuk di dunia lain. Kertas uang bakar inipun ada nominalnya, mulai dari Rp 1000.
Selanjutnya ada sepasang lilin berwarna merah, gula-gula, serta minyak sayur yang digunakan apabila ingin menambah minyak di lampu lentera. Penambahan minyak sayur ini diyakinin sebagai penambahan rejeki/keberuntungan bagi si pemberi. Seperti agama lain, agama konghucupun setelah melakukan doa/sembahyang di dalam klenten, mereka Kemudian, pesta makan di perkarangan luar klenteng. Sebagai tanda syukur atas nikmat yang telah dimiliki.
- Arti dan tujuan umat konghucu melakukan ritual peribadatan
- Mendekatkan diri pada tuhan yang maha esa
- Memohon pertolongan dan perlindumngan ketika manusia merasa bahwa dirinya terancam dan tidak ada lagi yang bisa menolongnya maka dia akan berdo’a pada tuhan nya dan meminta pertolongan
- Bersyukur atas nikmat tuhan, manusia tidak akan pernah bisa menghitung berapa banyak nikmat yang yang telah tuhan anugerahkan buat kita semua .
BAB IV PENUTUP
- Kesimpulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar